Jumat, 25 Januari 2019

Cari Tahu Lebih Lanjut Apakah Haid Bisa Hamil?

Keluarnya bercak darah dari orgam intim wanita setiap bulan merupakan hal wajar atau biasa disebut dengan menstruasi. Jika terjadi pembuahan, maka secara ilmiah darah tersebut tidak akan keluar karena menjadi tempat tinggal janin di dalam rahim. Namun, sebagian wanita mengaku mengalami haid di saat mereka sedang hamil. Lalu pertanyaanyya? Apakah haid bisa hamil?

Keluarnya Darah Dari Vagina
Setiap bulan, seorang wanita yang mempunyai siklus menstruasi normal akan mengeluarkan darah dari vaginanya. Dinding tebal yang banyak mengandung darah yang telah disiapkan oleh rahim untuk menampung sel telur akan luruh dengan sendirinya jika tidak dibuahi. Jika sel telur berhasil dibuahi dan terjadi kehamilan, maka dinding tersebut akan menjadi nutrisi untuk janin.

Apakah Haid Bisa Hamil?
Seperti penjelasan di atas, umumnya wanita akan kecewa dengan adanya bercak kecoklatan yang di dapat. Meskipun hal tersebut bisa berarti Anda mengalami menstruasi, namun becak darah tersebut bisa juga merupakan gejala  dini kehamilan yang disebabkan oleh pendarahan implantasi.
Pendarahan implantasi sendiri merupakan salah satu tanda yang umum terjadi saat awal kehamilan. Menurut ahli, setidaknya 1/3 wanita akan mengalami pendarahan setelah terjadi pembuahan.

Pendarahan Implantasi
Setelah sperma berhasil membuahi sel telur, embrio akan tumbuh dan berenang menuju rahim sebagai tempat tinggalnya kelak. Ketika proses tersebut terjadi, pendarahan ringan bisa saja terjadi. Hal itulah yang disebut dengan pendarahan implantasi. Pedarahan ringan tersebut tidak membahayakan bayi sama sekali.

Walaupun sekilas tampak sama, namun pendarahan yang satu ini hanya sedikit dan berlangsung dalam beberapa jam saja. Berbeda halnya dengan darah menstruasi yang bisa berlangsung berhari-hari. Namun bagi Anda yang biasanya mengalami menstruasi ringan dengan aliran darah yang sedikit, Anda bisa membedakannya lewat beberapa hal berikut.

Pertama, Anda harus memperhatikan aliran darah yang keluar. Darah yang merupakan ciri kehamilan hanya  berupa bercak ringan dan sedikit atau berupa tetesan saja. Sampai pendarahan usai pun akan seperti itu. Sebaliknya, jika darah tersebut menstruasi maka hanya permulaannya saja yang ringan. Selanjutnya darah akan semakin deras dan kental.

Kedua, amati warna darah. Jika darah tersebut merupakan darah menstruasi, maka akan berwarna merah menyala. Sedangkan pendarahan implantasi akan berwarna merah muda dan cenderung coklat.  Darah yang menjadi ciri awal kehamilan bisa saja berwarna merah menyala, namun umumnya akan berwarna merah muda atau kecoklatan.

Ketiga, rasakan tingkat keparahan kram yang ditimbulkan karena baik pendarahan akibat menstruasi maupun implantasi bisa menyebabkan kram. Kram yang ditimbulkan oleh darah mens lebih kuat dan menyakitkan, sedangkan darah ciri kehamilan hanya berupa kram ringan yang tidak menimbulkan rasa sakit yang terus meningkat.

Pertanyaan apakah haid bisa hamil sering berkecamuk di benak wanita yang bingung dengan kondisi tubuhnya. Jika menilik dari ilmu biologi yang sudah dari kecil dipelajari, memang nampaknya hal tersebut tidak mungkin terjadi. Nah, semoga penjelasan singkat di atas dapat menjawah pertanyaan Anda. Untuk mengetahui informasi lainnya kunjungi orami.co.id.